Showing posts with label Hidayah. Show all posts
Showing posts with label Hidayah. Show all posts

Tuesday, May 9, 2017

!Ini Konsekuensinya !! Masih Berani Pakai MAHAR AL-QURAN dan Seperangkat ALAT SHOLAT ?

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.� (QS. An-Nisa: 4)"

�Saya terima nikah dan kawinnya Nabila binti Ahmad dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur�an dibayar tunai!�

Sering kita dengar kata-kata ini ketika menghadiri akad nikah sesesorang. Bagi yang beragama Islam, pasti mas kawin berupa peralatan sholat dan mushaf Al-Qur�an sudah menjadi sebuah keniscayaan. Apalagi di negara yang katanya mayoritas Islam ini, aneh rasanya apabila ada seorang Muslim yang tidak menyertakan 2 mas kawin wajib itu dalam akad nikahnya.

Tapi sangat disayangkan, setelah akad nikah selesai, perlengkapan sholat yang dijadikan sebagai mahar terbungkus rapi di dalam lemari tak pernah tersentuh.
Tak jauh beda dengan mushaf Al-Qur�an yang dijadikan mas kawin tersimpan rapi di rak buku dan hampir berdebu. Dua barang yang dijadikan sebuah keniscayaan dalam mas kawin itu hanya menjadi pajangan usai ijab kabul. Padahal ada makna spesial dibalik pemberian perlengkapan sholat dan mushaf Al-Qur�an sebagai mahar.

Ketika seorang mempelai pria mengucapkan �Saya terima nikah dan kawinnya fulanah binti fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur�an�, ada �beban� baru yang dipikulnya.

Beban itu adalah sang suami berkewajiban untuk mengajarkan sholat kepada sang istri yang disimboli dengan pemberian seperangkat alat sholat. Suami juga berkewajiban untuk menjaga sholat istrinya dengan terus mengingatkannya dan membimbingnya supaya tidak melewatkan kewajiban yang satu ini. Karena sholat adalah amalan pertama kali yang akan dihisab pada yaumul hisab kelak
Begitu pula dengan mas kawin berupa mushaf Al-Qur�an. Mungkin bagi sebagian orang dua mahar ini dianggap sebagai mahar yang murah meriah dan mudah didapatkan di negara yang mayoritasnya muslim ini.

Tapi sebenarnya mahar mushaf Al-Qur�an adalah mahar termahal yang diberikan seorang suami kepada istrinya. Mengapa? Karena dengan memberikan mushaf Al-Qur�an, berarti suami wajib untuk mengajarkan istrinya semua isi dari Al-Qur�an yang diberikannya kepada istri dari surat Al-Fatihah hingga surat An-Naas.

Suami berkewajiban untuk mengantarkan istrinya kepada akhlaqul qur�an. Suami juga berkewajiban untuk membawa keluarganya kepada kehidupan rumah tangga berdasarkan Al-Qur�an dan menjadikan Al-Qur�an sebagai pedoman kehidupan rumahtangganya. Bagaimana mahal banget kan mahar yang satu ini?!?

Sangat disayangkan ternyata realitas yang ada tidak demikian. Mushaf yang dulunya dibungkus rapi sebagai mahar itu tetap terbungkus rapi dalam plastik bening bergambar hati yang kini tergeletak didalam buffet. Tak jauh berbeda dengan seperangkat alat sholat yang dulunya dibungkus rapi di dalam keranjang yang dihiasi kertas berwarna-warni kemudian dibungkus dengan plastik bening yang juga bergambar hati itu tersimpan rapi disebelah mushaf Al-Qur�an. Dan dengan bangganya si empunya barang tersebut memamerkan kepada tamu yang hadir, �Ini lho mahar yang dulu diberikan suami saya!�

Subhanallah... Ga dibaca aja bangga.
Padahal, menurut M Arief, petugas di Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Banjarmasin, ada tanggung jawab tidak ringan bagi pengantin pria yang memberikan mahar seperangkat alat solat ini.

�Dia harus mengajarkan dan menuntun sang istri untuk membaca Alquran dan menjalankan salat fardu yang wajib. Minimal seperti itu,�

Lain halnya, menurut dia, sang istri memang seorang muslimah yang rajin mengaji dan taat beribadah, sehingga artinya mahar seperti ini untuk memberikan dukungan.

�Kan tidak semua mempelai perempuan itu muslimah yang taat. Kalau kondisinya demikian dan suami nantinya tidak akan mampu membimngin agar istri rajin mengaji dan taat beribadah, lebih baik mahar yang diserahkan benda lain saja,� ujarnya.
Tak jadi masalah apabila mahar yang diberikan itu sengaja disimpan, karena memiliki mushaf dan peralatan sholat lain.

Yang jadi masalah adalah ketika, seusai ijab kabul suami masa bodoh dengan janji yang dulu diucapkannya dan tidak mengindahkan �beban� baru yang harus dipikulnya.

Seorang suami memiliki kewajiban untuk menjaga istri dan anak-anaknya dari api neraka, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta�ala dalam surat At-Tahrim ayat 6 :

��� �������� ��������� ������� ���� ������������ ������������� ������ �
�Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...�

Adh-Dhahak berkata adalah kewajiban bagi seorang Muslim untuk mengajarkan keluarganya, kerabatnya, serta hamba sahaya yang dimilikinya apa-apa yang diwajibkan Allah dan apa-apa yang dilarang Allah. (Lihat Tafsir Al-Qur�an Al-�Azhim,
Ibnu Katsir)

Dalam kehidupan rumah tangga tanggungjawab ini diamanahkan kepada suami sebagai imam dalam keluarga. So... buat para istri yang mendapatkan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur�an tapi belum diajarkan isi dari Al-Qur�an,jangan ragu untuk menagihnya kepada suami.

Sekalian mengingatkan suaminya, amanat yang mungkin terlupakan oleh suami. Dan untuk para suami yang ketika akad nikah memberikan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur�an, dan belum memiliki andil dalam menjaga sholat istrinya dan mengajarkan isi Al-Qur�an yang diberikan, hayuu atuh diajarkan istrinya.

Biar istrinya makin sholehah, dan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, yang diimpikan bisa tercapai.

Lalu buat para calon istri dan suami, mulailah mempersiapkan bekal untuk berlayar dalam bahtera rumah tangga kehidupan.

Wallahu a�lam bishowwab..

SUMBER : SIRAMAN.COM

Tuesday, May 24, 2016

!Renungan, Wajib Baca..!! Kasus Eno Merupakan Bukti Nyata Bahwa Ajaran Islam Adalah Jalan Keselamatan.

Baru-baru ini sosial media Indonesia digegerkan dengan Kasus Pembunuhan Eno Parihah, Seorang gadis berusia 19 tahun seorang karyawati pabrik yang dibunuh secara sadis menggunakan gagang pacul oleh 3 remaja.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kejadian nahas yang menimpa Eno, Sebelumnya maaf, tulisan ini bukan bermaksud ingin menghakimi para tersangka apalagi menguak aib korban yang telah meninggal. Saya hanya ingin melihatnya dari sudut pandang ajaran Islam.



Semoga tulisan ini bisa mengetuk hati kita yang telah lama mati untuk kembali pada ajaran kebenaran sejati yang telah diturunkan Allah melalui Al Qur'an dan dijelaskan melalui hadits NabiNya serta dijaga oleh penerus-penerus Nabi hingga saat ini.
BACA JUGA: HEBOH..!! RIBUAN NETIZEN SETUJU USULAN MUI, PEMBUNUH ENO HARUS DIHUKUM MATI..!! 
Dikutip dari Detik.com, Bahwa tersangka pembunuh Eno, Rahmat Alim berkenalan dengan Eno selama sekitar 1 bulan. Mulanya mereka bertemu di depan mess saat korban pulang kerja, lalu saling bertukar nomor handphone.

"Sejak saat itu, mereka sering bekomunikasi via SMS. Eno juga waktu itu baru putus sama pacarnya yang bernama Iwa," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso.

Sementara itu, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen membeberkan percakapan korban dengan tersangka Rahmat Alim di malam sebelum terjadi pembunuhan sadis itu.

"Tersangka Rahmat Alim pada Kamis (12/5) siang itu dia baru selesai mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN). Lalu dia SMS-an dengan korban," ujar Handik.

Percakapan via SMS itu dimulai oleh tersangka Rahmat Alim yang menanyakan apakah Eno ada acara di malam Jumat atau tidak.

"Tersangka Rahmat Alim siangnya SMS korban 'Teh, nanti malam ada acara gak?' Kemudian dijawab oleh korban 'Emang kenapa kalo gak ada acara?'," imbuhnya.
BACA JUGA: Sebarkan Ke Saudara..!! PT.PLN (Persero) Butuh 5 Ribu Tenaga Baru, PLN Buka Lowongan Kerja hingga Juli
Bak gayung bersambut, Rahmat Alim kemudian membalas dengan mengirimkan pesan berbunyi "kalo enggak ada acara kita ketemuan".

"Di mana maunya?," balas Eno kepada Rahmat Alim seperti dituturkan kembali oleh Handik.

Rahmat Alim kemudian menjawab Eno untuk bertemu di mess korban. "Kemudian korban membalas lagi 'emang enggak takut nanti ketahuan sama temen mess yang lain' dan dijawab Rahmat Alim 'yaah itu mah gampang, nanti aja dipikirknnya'," kata Handik lagi.

Eno pun membalas untuk terakhir kalinya dengan kata-kata "nanti pintu pager gak dikunci", yang kemudian dibalas lagi untuk yang terakhir oleh Rahmat Alim dengan kata-kata "OK. Bye."

Tapi siapa sangka, undangan Eno itu justru menghantarkannya ke kematian. Setelah keduanya bertemu dan sempat bercumbu, Rahmat Alim membawa 2 tersangka lainnya yang kemudian menyiksa dan membunuhnya secara keji.

Sumber: Detik.com
BACA JUGA: Penting! 4 Hal ini Perlu Di Siapkan Untuk Menyambut Bulan Ramadhan
Saudaraku para pembaca yang dirahmati Allah, Allah Subhanahu wa Ta�ala memerintahkan pada kita untuk menundukkan pandangan dari melihat wanita yang bukan mahramnya, demikian pula sebaliknya seperti dijelaskan dalam firman-Nya:

���� ��������������� ��������� ���� ������������� ������������ ����������� ������ ������� ������ ����� ������� ������� ����� �����������. ������ ��������������� ���������� ���� �������������� ������������ �&#1#1615;����������

�Katakanlah (ya Muhammad) kepada laki-laki yang beriman: �Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.� Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: �Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka��.� (An-Nur: 30-31)

Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta�ala memerintahkan kepada kaum mukminin dan kaum mukminat untuk menundukkan pandangan mereka. Kita tahu dari kaidah yang ada, perintah terhadap sesuatu menunjukkan wajibnya sesuatu tersebut. Berarti menundukkan pandangan dari melihat yang haram itu hukumnya wajib.
BACA JUGA: AJAIB..!! Terapi Jeruk Nipis, Agar Mendapatkan Keturunan.. Buktikan..!!
Sebab dari pandangan itulah gejolak akan muncul, Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu �anhu dari Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam:

����� ����� ������ ����� ����� ����� ������� ���� �������� �������� ������ ��� �������ɡ ������� ��������� ���������� ������� ���������� ������������� ����������� �������� ����������� ����������� ��������� ������ ���� �����������

Sesungguhnya Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, dia akan mendapatkannya, tidak bisa terhindarkan. Maka zinanya mata dengan memandang (yang haram), dan zinanya lisan dengan berbicara. Sementara jiwa itu berangan-angan dan berkeinginan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.� (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657)

Dalam lafadz lain disebutkan:

������ ����� ����� ����� ���������� ���� �������� �������� ������ ��� ��������� �������������� ���������� ���������� �������������� ���������� ��������������� ������������ ������� ����������� ��������� �������� ���������� ����������� �������� �������� ����������� ������� ������������ ����������� ������ ��������� ���� �����������

Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak bisa terhindarkan. Kedua mata itu berzina dan zinanya dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina dan zinanya dengan melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.� (HR. Muslim no. 2657)

Islam melarang keras Ikhtilat (bertemunya laki-laki dan perempuan yang bukan mahram), Karena ikhtilat merupakan jalan termudah bagi syetan untuk melancarkan aksinya dalam menggelincirkan keimanan manusia. dan memudahkan terjadinya berbagai kemaksiatan di muka bumi. Antara lain:
BACA JUGA: HEBOH..!! Cinta Tak Mengenal RUPA..!! Si Cowok Ganteng Banget, Ceweknya Biasa Aja
(1) Terjadinya khalwat, yaitu lelaki berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya.

Rasulullah SAW bersabda,

"Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang perempuan, karena yang ketiganya adalah syaitan." (HR Ahmad)

(2) Terjadinya pelecehan seksual, seperti bersentuhan antara laki-laki dan perempuan bukan mahram, dan sebagainya.

Rasulullah SAW bersabda, "Kedua mata zinanya adalah memandang -yang haram-; kedua telinga zinanya adalah mendengar -yang haram-, lidah zinanya adalah berbicara -yang haram-, tangan zinanya adalah menyentuh -yang haram-, dan kaki zinanya adalah melangkah -kepada yang haram-.� (HR Muslim).

(3) Maraknya perzinaan, yang diawali dengan ikhtilat. Dalam kitabnya At Thuruqul Hukmiyyah, Ibnul Qayyim pernah berkata "Ikhtilat antara para laki-laki dan perempuan, adalah sebab terjadinya banyak perbuatan keji (katsratul fawahisy) dan merajalelanya zina (intisyar az zina)."

Dan yang lebih mengerikan lagi, jika perzinaan sudah merajalela di suatu negeri, maka akan terjadi kerusakan atau bencana besar bagi sebuah negeri.

Sabda Rasulullah SAW, "Tidaklah merajalela perbuatan zina di suatu kaum, kecuali kematian pun akan merajalela di tengah kaum itu." (HR Ahmad, dari �A`isyah RA)

Oleh karena itu, jelaslah bahwa ikhtilat adalah perbuatan keji yang wajib dijauhi dan ini adalah ancaman nyata bagi kelangsungan suatu negeri. Jika tidak, berbagai kemaksiatan akan terjadi, dan bahaya kematian pun akan merajalela pula di tengah-tengah umat Islam. Naudzubillah min dzalik.

Firman Allah SWT,

����� ����������� �������� ������� ����� ��������� ������ ��������

"Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS.Al Israa. ayat 32)

Dan inilah yang sekarang kerap terjadi di sekitar kita, Dimana ajaran Islam sudah tak lagi dianggap oleh mayoritas kaum muslimin, Al Qur'an hanya diklaim sebagai sebuah bacaan saja, ikhtilat dan perbuatan zina seakan-akan sudah dianggap sebagai hal biasa, berawal dari ketemuan di jalan, bertukar nomor handphone kemudian melakukan kontak via sms atau lainnya.
BACA JUGA: Masya Allah...TAUKAH ANDA..???? INILAH BEBERAPA NAMA ANAK YANG DI SUKAI JIN. AWAS...!!!!
Padahal, perkara ini adalah kunci segala kerusakan. salah satu alasan terpenting terjadinya kerusakan di dunia adalah merebaknya perzinaan. Sedangkan merebaknya perzinaan itu disebabkan para wanita diberi kesempatan untuk ber-ikhtilat dengan para laki-laki dan berjalan di antara para laki-laki dalam keadaan berdandan dan ber-tabarruj.

Andai para penguasa memahami bahwa ikhtilat laki-laki dengan perempuan itu menyebabkan kerusakan dunia dan hancurnya kehidupan rakyat sebelum rusaknya agama tentu mereka akan melarang ikhtilat dengan sangat keras.


���� ��� ��� ������ ����� ������� �� ������ ����� ��� ������ �� ��� ����� �� ���� �� ���� �� ���� �� ��� ���� ��� ��� ���� ���� ��� ���� ���� � ��� �� ��� ��� ���� ��� ����� ������ ��� ����� ���� �� � �� ����� ��� ��� �� ��� ����� ��� ��� ���� ����� ��� ��� �� ��� ��� ��� ��� ��� ��� ���� ����� ��� ��� ��� ����� �������� ������ �� ������ ��� �� ���� ������� ��� ���� ������

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu �anhuma, Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,

�Jika banyak orang sudah curang dalam masalah takaran dan suka mengurangi timbangan maka Allah akan menahan hujan untuk mereka. Tidaklah zina merebak di suatu daerah kecuali di daerah tersebut akan banyak orang yang mati. Tidaklah homo marak di suatu tempat kecuali akan ada banyak orang yang Allah tenggelamkan ke dalam perut bumi. Jika orang-orang sudah tidak mau lagi melakukan amar ma�ruf nahi munkar maka amal shalih mereka tidak akan diangkat ke hadapan Allah dan doa mereka juga tidak akan di dengar�. (HR. Ibnu Abi Ad Dunya)

Dr. Alex Carlyle pernah berkata, "Pada saat hasrat seks mengalir dalam diri seorang manusia, tubuhnya akan mengeluarkan semacam zat yang menyerap dalam darah menuju otak dan (seolah-olah) membiusnya, sehingga ia tidak mampu lagi berfikir secara jernih".

Presiden Amerika yang telah mangkat (Kennedy) berkata, "Pada setiap tujuh pemuda yang mendaftarkan diri sebagai prajurit ditemukan enam orang diantara mereka yang tidak baik, dikarenakan syahwat telah merusak kelayakan kesehatan jasmani dan psikologi mereka".

Oleh karenanya, Jangan sampai terjadi kasus-kasus Eno yang lain karena minimnya pemahaman kaum muslimin akan bahaya ikhtilat yang sudah dijelaskan diatas.

Di zaman yang semakin modern ini marilah kita tetap berpegang teguh pada ajaran Islam, walaupun seperti menggigit bara api yang panas, Karena sejatinya hanya ajaran Islam lah yang mampu memberikan jalan keselamatan dan kedamaian bagi seluruh umat manusia, Wallahu A'lam.